Terdapat banyak faktor dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Ternyata, salah satu faktor yang mungkin meningkatkan risiko untuk menimbulkan jerawat adalah gula yang kita konsumsi sehari-hari.

Mitos mengenai jerawat sering kali muncul di banyak media. Alasan atas timbulnya jerawat memang masih belum bisa dipastikan, namun terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan jerawat baru atau memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada, termasuk perubahan tingkat hormon, genetik dan stres pikiran. Akhir-akhir ini, dokter-dokter kulit mencoba menelaah apakah adanya hubungan antara pola makan dan timbulnya jerawat merupakan sebuah mitos. Beberapa penelitian telah menguji akan adanya hubungan antara asupan makanan dan timbulnya jerawat, terutama yang berasal dari karbohidrat dan produk susu. Bukti lebih lanjut membawa para ahli kulit untuk meneliti lebih jauh lagi akan adanya posibilitas bagi suatu makanan tertentu yang memang memperburuk kondisi jerawat atau memicu timbulnya jerawat. Bagaimana pun, dokter-dokter kulit setuju bahwa pola makan memang bukanlah kunci utama untuk menyembuhkan jerawat, namun satu aspek yang penting dalam meningkatkan keefektifan pengobatan jerawat.
Makanan Tinggi Indeks Glikemik Dapat Memperburuk JerawatIndeks glikemik (IG) merupakan suatu ukuran untuk melihat peringkat kandungan karbohidrat pada makanan berdasarkan kemampuan makanan tersebut untuk meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan kandungan IG yang tinggi akan meningkatkan kadar gula darah lebih cepat dibandingkan daripada makanan dengan tingkat IG yang rendah. Sedangkan parameter lain yang disebut beban glikemik (glycemic load), akan menilai berdasarkan kualitas (jenis) dan kuantitas (jumlah) karbohidrat yang terdapat dalam satu porsi makanan. Contohnya, makanan tinggi IG seperti roti putih dan keripik, makanan rendah IG termasuk roti gandum, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Selama beberapa tahun, terdapat spekulasi bahwa makanan tinggi kandungan IG berkontribusi dalam terjadinya jerawat.
Berikut beberapa penelitian yang telah membuktikan hal ini:

  • Sebuah penelitian pada 23 laki-laki Australia berusia 15-25 tahun yang mengikuti diet ketat makanan-makanan dengan beban karbohidrat (glycemic load) rendah membuktikan adanya hubungan yang kuat antara makanan dan timbulnya jerawat. Kelompok ini juga mengalami perbaikan signifikan pada jerawat yang cukup parah dengan mengikuti pola makan rendah beban-karbohidrat ini.
  • Suatu penilaian dari survei mengenai peran pola makan rendah beban-karbohidrat untuk membantu menangani jerawat menunjukkan hasil bahwa 86.7% dari 2.528 orang yang sedang berdiet melaporkan adanya perbaikan pada kulit mereka dengan menjalankan diet ini.

Beberapa orang melaporkan adanya kemungkinan efek konsumsi produk susu pada kondisi jerawat. Salah satu jenis susu yang mungkin memiliki hubungan dengan tingkat keparahan jerawat adalah susu tanpa lemak (skim milk) yang akan berhubungan dengan terjadinya perubahan hormon dan karena sebagian besar pabrik susu menambahkan protein whey pada produk susu tanpa lemak (skim milk), di mana memiliki hubungan dengan adanya sifat komedogenik. namun belum ada bukti yang cukup kuat untuk membuktikan pernyatan tersebut. Masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut apakah susu benar-benar mempengaruhi tingkat keparahan jerawat.
Selain menghindari makanan-makanan tinggi beban-karbohidrat (glycemic load) seperti makanan atau minuman tinggi gula, soda, jus kemasan, roti putih, pasta dan sereal olahan, hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi tingkat keparahan jerawat adalah dengan membatasi frekuensi mencuci muka (tidak terlalu sering namun tetap dijaga dalam kondisi bersih) maksimal dua kali dalam sehari, menggunakan pembersih yang ringan bagi kulit yang sensitif, memilih poduk yang tidak menggunakan pewangi dan juga selalu menggunakan tabir surya (sunscreen) terutama orang-orang yang baru saja melakukan perawatan terhadap kondisi jerawat.
Referensi:American Academy of Dermatology Association. 2013. Growing Evidence Suggests Possible Link Between Diet and Acne. [online] Available at: https://www.aad.org/media/news-releases/growing-evidence-suggests-possible-link-between-diet-and-acne [Accessed 24 June. 2019]Campos, Marcelo (2019). Acne: What you need to know. [online] Harvard Health Publishing. Available at: https://www.health.harvard.edu/blog/acne-what-you-need-to-know-2019010315717 [Accessed 24 June. 2019]
Kucharska, A., Szmurlo, A., and Sinska, B (2016). Significance of diet in treated and untreated acne vulgaris. Advances in Dermatology and Allergology. [online] 2, pp. 81-86. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4884775/ [Accessed on 26 June. 2019].

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started