Tetap sehat saat musim hujan

Menghindari membeli makanan di luar rumah. Saat musim hujan, sebisa mungkin mengurangi frekuensi membeli makanan di luar rumah seperti membeli makanan dan minuman di toko-toko pinggir jalan, yang mungkin sangat menggiurkan saat musim hujan, namun dapat menjadi sarang bakteri (terutama jenis water-borne diseases) yang akan merugikan kita.

Mencoba mengonsumsi sayuran dengan rasa pahit. Ternyata, sayuran dengan rasa pahit memiliki berbagai macam senyawa fitokimia yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita. Beberapa makanan yang dapat kita pilih misalnya pare, kale, brokoli, bahkan kulit jeruk yang dapat kita campurkan pada minuman atau olahan makanan.

Hindari genangan air. Air yang menggenang merupakan sumber bakteri dan infeksi. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindarilah area-area dengan genangan air dan jika terpaksa, cucilah dengan bersih bagian tubuh kita yang mengalami kontak dengan genangan air.

Menjaga lingkungan kita agar bebas nyamuk. Air yang menggenang merupakan tempat yang tepat bagi nyamuk untuk berkembang biak. Oleh karena itu, jagalah lingkungan kita agar tetap bersih dan tidak terdapat genangan air. Selalu periksa bagian sudut ruangan, pot bungan, dan tempat-tempat yang potensial untuk tergenang.

Menjaga kebersihan diri. Kuman berkembang biak lebih cepat saat musim hujan. Oleh karena itu, pastikan kita menjaga personal hygiene misalnya dengan mencuci tangan dan kaki setelah berpergian dan memastikan tangan kita bersih sebelum makan.

OMICRON

Varian Omicron merupakan salah satu mutasi virus COVID-19 dengan peningkatan infeksi global sebesar 20% hanya dalam 1 minggu (WHO)*

VARIAN LAIN DARI COVID-19

Pada 26 November 2021, WHO menetapkan varian B.1.1.529 sebagai Variant of Concern (VOC), yang lebih dikenal dengan OMICRON.

Berdasarkan data GISAID pada tanggal 14 Februari 2022, setidaknya kasus Omicron di dunia telah mencapai 932,9 ribu kasus.

INFEKSI DAN PENYEBARAN

Seberapa mudah Omicron menyebar?

Apakah Omicron dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah?

  • Data yang terkumpul masih terbatas untuk menyatakan Omicron menyebabkan infeksi yang lebih parah atau pun komplikasi.

Apakah vaksin masih efektif?

  • Vaksin yang ada saat ini dapat mencegah tingkat keparahan, angka perawatan di RS, dan kematian karena varian Omicron.
  • Bagaimana pun, infeksi pada orang yang telah divaksin tetap sangat mungkin terjadi.
  • Hal utama yang ditekankan pada berkembangnya varian Omicron saat ini adalah pentingnya vaksinasi dan booster.

LAWAN OMICRON!

  • Vaksin tetap merupakan hal yang terbaik untuk melindungi diri dari infeksi COVID-19, memperlambat penyebaran, dan mengurangi potensi munculnya varian baru.
  • CDC merekomendasikan bagi yang berusia 18 tahun ke atas untuk segera mendapatkan vaksinasi booster.
  • Tetap menggunakan masker dengan benar
  • Menjaga jarak
  • Mencuci tangan secara rutin
  • Mengurangi mobilitas
  • Menghindari kerumunan
  • Pemeriksaan tetap dapat mendeteksi jika Anda terinfeksi COVID-19. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, segera periksakan diri.

WASPADA TERHADAP GEJALA

  • Berdasarkan data yang ada, gejala Omicron relatif serupa dengan varian sebelumnya.
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Batuk
  • Pusing
  • Kemerahan
  • Sakit kepala
  • Berdebar
  • Nyeri sendi
  • Kesulitan tidur
  • Perubahan suasana hati secara cepat
  • Perubahan rasa dan penciuman
  • Bahkan jika Anda tidak mengalami gejala apa pun, Anda mungkin terinfeksi. Saat telah mengalami gejala, segera periksakan diri dan patuhi protokol kesehatan untuk menghindari gelombang COVID-19 selanjutnya.

Data mengenai varian Omicron sangat dinamis dan penelitian masih terus dilakukan. Cek secara berkala di: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/variants/omicron-variant.html

Kanker payudara

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling umum di Indonesia. Sekitar 1 dari 8 wanita didiagnosis menderita kanker payudara selama hidup mereka. Peluang untuk sembuh jauh lebih baik jika terdeteksi pada tahap awal. Oleh karena itu, sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasa ada perubahan. Dalam kasus yang jarang terjadi, pria juga dapat didiagnosis menderita kanker payudara.

FAKTOR RISIKO

Faktor risiko yang tidak dapat dicegah:

  • Usia – risiko meningkat seiring dengan bertambahnya usia
  • Riwayat keluarga dengan kanker payudara
  • Riwayat penyakit kanker payudara sebelumnya
  • Riwayat benjolan di payudara sebelumnya

Faktor risiko yang dapat dicegah:

  • Menjaga berat badan agar tidak kegemukan atau obesitas

GEJALA

PEMERIKSAAN

• Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan memijat payudara untuk mendeteksi adanya benjolan atau kelainan.

• Pemeriksaan klinis (SADANIS) dengan pergi ke dokter jika ditemukan kelainan dari pemeriksaan sendiri.

• USG

Skrining mamografi, di mana payudara di-rontgen, adalah cara paling umum untuk mendeteksi perubahan jaringan (lesi) pada payudara Anda pada tahap awal.

• Biopsi, mengambil sampel kecil jaringan payudara untuk diperiksa.

*Karena risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia, semua wanita di atas usia 50 tahun harus diskrining setidaknya setiap 3 tahun.

CARA PENCEGAHAN

  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Membatasi asupan lemak jenuh

Berolahraga secara teratur dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga hampir sepertiganya. Jika Anda telah melewati masa menopause, sangat penting bagi Anda untuk menjaga berat badan yang sehat karena kelebihan berat badan atau obesitas menyebabkan lebih banyak produksi estrogen, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

PERAWATAN

• Jika kanker terdeteksi pada tahap awal, dapat diobati sebelum menyebar ke bagian lain dari tubuh.

• Kanker payudara diobati dengan menggunakan kombinasi:

  • Operasi
  • Kemoterapi
  • Radioterapi

Pembersihan dan disinfeksi lingkungan rumah

Bagaimana langkah membersihkan disinfeksi yang tepat di lingkungan rumah?

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membersihkan dan melakukan disinfeksi adalah menggunakan sarung tangan sekali pakai dan memastikan sirkulasi udara yang baik.

MEMBERSIHKAN

Bersihkan permukaan menggunakan sabun dan air. Biasakan membersihkan bagian yang sering disentuh.

Bagian yang pada umumnya sering disentuh adalah meja, gagang pintu, saklar, meja dapur, meja kerja, telepon, keyboards, WC, keran air, wastafel atau pun benda lain yang sering disentuh oleh orang-orang di dalam rumah.

DISINFEKSI

Bersihkan terlebih dahulu area yang akan didisinfeksi dengan sabun dan air atau pembersih lainnya jika kotor, kemudian gunakan disinfektan rumah tangga. Zat aktif yang direkomendasikan untuk penggunaan rumah tangga adalah yang mengandung alkohol minimal 70%, quaternary ammonium (merek tertentu dapat digunakan untuk mencuci kain), hydrogen peroxide, phenolic (hanya untuk permukaan keras tidak berpori), sodium hypochlorite, triethylene glycol, L-Lactic acid, glycolic acid.

Untuk membuat cairan disinfektan dari pemutih pakaian dapat dengan rasio berikut:

5 sdm pemutih setiap 3.7L air atau 4 sdt pemutih setiap 95mL air

DISINFEKSI MATERIAL LUNAK/HALUS

Untuk benda-benda dengan permukaan lunak/halus seperti lantai berkarpet, karpet tebal atau pun tirai.

  • Cuci dengan air dan sabun yang sesuai untuk bahan tersebut. Kemudian keringkan sesuai dengan petunjuk pada produk tersebut.

ATAU

  • Disinfeksi dengan desinfektan yang direkomendasikan untuk membasmi virus COVID-19. Menurut petunjuk US Environmental Protection Agency, desinfektan dengan kandungan quaternary ammonium tepat untuk digunakan di material berpori untuk membunuh COVID-19.

DISINFEKSI ELEKTRONIK

Untuk benda-benda dengan permukaan lunak/halus seperti tablets, layar sentuh, keyboards, dan remote controls.

  • Pertimbangkan untuk menggunakan pelindung layar yang mudah dibersihkan.
  • Bersihkan sesuai petunjuk produk. Jika tidak ada petunjuk produk, gunakan pembersih berbahan dasar alkohol setidaknya 70% kemudian keringkan.

KAIN

Untuk kain seperti pakaian, handuk, atau pun benda-benda lain berbahan kain seperti sprei, sarung bantal dan lap dapur.Pertimbangkan untuk menggunakan pelindung layar yang mudah dibersihkan.

  • Cuci dengan air dan sabun yang sesuai untuk bahan tersebut. Kemudian keringkan sesuai dengan petunjuk pada produk tersebut.
  • Gunakan sarung tangan sekali pakai saat membersihkan pakaian/selimut bekas pakai orang yang sedang sakit.
  • Pakaian atau selimut orang yang sedang sakit boleh dicuci bersamaan dengan pakaian anggota keluarga lain di dalam rumah.
  • Bersihkan tempat pakaian kotor dengan cairan desinfektan.
  • Buang sarung tangan ke tempat sampah tertutup lalu cuci tangan dengan bersih.

KAMAR TIDUR DAN KAMAR MANDI

Pisahkan kamar tidur dan kamar mandi dengan orang yang sedang sakit di rumah.

  • Pisahkan kamar tidur dan kamar mandi bagi anggota keluarga yang sedang sakit.
  • Bersihkan kamar tidur dan kamar mandi anggota keluarga yang sedang sakit hanya bila diperlukan, misalnya saat area di sekitar sudah kotor. Dengan begitu, kita dapat membatasi kontak dengan anggota keluarga yang sakit.
  • Orang yang merawat menyediakan tissue, handuk atau pun alat pembersih lainnya agar, jika memungkinkan, anggota keluarga yang sakit dapat membersihkan areanya sendiri.
  • Jika berbagi kamar mandi, bersihkan dan disinfeksi kamar mandi setelah digunakan oleh anggota keluarga yang sakit.

MAKANAN

  • Jika memungkinkan, anggota keluarga yang sakit sebaiknya makan secara terpisah di kamarnya.
  • Gunakan sarung tangan sekali pakai saat mencuci alat makan anggota keluarga yang sedang sakit.
  • Cuci alat makan (piring, mangkuk, garpu, sendok, gelas) anggota keluarga yang sakit dengan sabun dan air panas. Selalu gunakan sarung tangan saat mencuci.
  • Selalu cuci tangan setelah mencuci atau memegang alat makan anggota keluarga yang sedang sakit.

TEMPAT SAMPAH

  • Berikan tempat sampah khusus bagi anggota keluarga yang sakit.
  • Gunakan sarung tangan saat akan membuang sampah dari tempat sampah tersebut.
  • Cuci tangan dengan bersih setelah membuang sampah.

TETAP CUCI TANGAN

Walaupun berada di dalam rumah, tetap budayakan rajin cuci tangan dan tidak memegang area muka dengan tangan yang kotor.

  • Cuci tangan secara teratur dengan sabun selama setidaknya 20 detik.
  • Segera mencuci tangan setelah melepas sarung tangan sekali pakai atau melakukan kontak erat dengan anggota keluarga yang sedang sakit.
  • Jika tidak tersedia sabun dan air dan tangan tidak kotor secara kasat mata, dapat menggunakan hand-sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 70%. Namun, jika tangan kotor secara kasat mata, selalu gunakan sabun dan air untuk mencuci.
  • Waktu-waktu penting untuk cuci tangan:
    • Setelah batuk atau bersin.
    • Setelah menggunakan toilet.
    • Sebelum makan atau menyiapkan makanan.
    • Setelah melakukan kontak dengan hewan peliharaan.
    • Sebelum dan setelah memberikan bantuan atau mengurus anggota keluarga lain yang    membutuhkan bantuan (misalnya, anak).

Diabetes Mellitus

Indonesia merupakan satu dari sepuluh negara dengan prevalensi Diabetes tertinggi di dunia dan memiliki lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan Diabetes

APA ITU DIABETES?

Diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika glukosa darah Anda, juga disebut gula darah, terlalu tinggi. Ada beberapa jenis diabetes, tetapi diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah jenis yang paling banyak dikenal. Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak memproduksi insulin (hormon yang dibutuhkan tubuh untuk mendapatkan glukosa dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh). Diabetes tipe 2 adalah bentuk diabetes yang paling umum, di mana fungsi insulin di tubuh Anda tidak bekerja dengan baik.

FAKTOR RISIKO DIABETES

DIABETES TIPE 1

  • Diabetes tipe 1 diduga disebabkan oleh reaksi kekebalan atau dikenal dengan autoimmune (tubuh menyerang dirinya sendiri secara tidak sengaja). Faktor risiko Diabetes Tipe 1 tidak sejelas Pre-Diabetes dan Diabetes Tipe 2. Faktor risiko yang diketahui meliputi:
  • Riwayat keluarga: Memiliki orang tua, saudara laki-laki, atau saudara perempuan dengan Diabetes Tipe 1.
  • Usia: Anda bisa terkena Diabetes Tipe 1 pada usia berapa pun, tetapi lebih mungkin berkembang saat Anda masih anak-anak, remaja, atau dewasa muda.

DIABETES TIPE 2

Anda berisiko terkena Diabetes Tipe 2 jika Anda:

  • Memiliki pradiabetes (ketika glukosa darah puasa Anda sekitar 100-125 mg/dl)
  • Kelebihan berat badan
  • Berusia 45 tahun atau lebih
  • Memiliki orang tua, saudara laki-laki, atau saudara perempuan dengan riwayat Diabetes Tipe 2
  • Kurang aktivitas fisik (kurang dari 3 kali seminggu)
  • Pernah menderita Diabetes Gestasional (diabetes selama kehamilan) atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram
  • Jika Anda memiliki penyakit perlemakan hati non-alkoholik, Anda mungkin juga berisiko terkena Diabetes Tipe 2.

KONSEKUENSI KONDISI DIABETES MELLITUS

Stroke, kebutaan, serangan jantung, gagal ginjal, amputasi

CARA PENCEGAHAN

Diabetes Tipe 1:

Berbagai faktor, termasuk genetika dan beberapa virus, dapat menyebabkan Diabetes Tipe 1. Meskipun penelitian aktif, Diabetes Tipe 1 tidak dapat disembuhkan. Perawatan berfokus pada pengelolaan kadar gula darah dengan insulin, diet dan gaya hidup untuk mencegah komplikasi.

Diabetes Tipe 2:

  • Menurunkan berat badan, jika Anda kelebihan berat badan
  • Makan lebih sehat, fokus pada gizi seimbang, memenuhi rekomendasi asupan serat harian, dan kelola asupan karbohidrat dengan bijak.
  • Beraktivitas fisik secara teratur. Sesederhana melakukan jalan cepat 15 menit secara teratur, akan menghasilkan manfaat dan lakukan pemeriksaan kesehatan tahunan secara rutin jika Anda memiliki keluarga dengan Diabetes.

COVID-19 dan perokok

MENGAPA PEROKOK LEBIH RENTAN TERINFEKSI COVID-19?

Dalam kasus pandemi COVID-19 yang sedang kita alami, terdapat beberapa kelompok dengan risiko terinfeksi dan tingkat keparahan yang lebih tinggi — salah satu kelompok tersebut adalah perokok.

Perokok mengalami penurunan sistem imun tubuh, termasuk respon terhadap infeksi penyakit.[1] Tidak hanya infeksi yang ditimbulkan oleh COVID-19, pada dasarnya perokok mengalami peningkatan risiko infeksi terhadap virus lain juga seperti adenoviruses, rhinoviruses, respiratory syncytial viruses (RSV), influenza, atau pun bentuk coronavirus lainnya seperti SARS dan MERS.[2] Namun, memang tidak dapat dipungkiri, di masa pandemi ini para perokok diharapkan untuk lebih menjaga diri karena beberapa penelitian telah menunjukkan adanya peningkatan keparahan gejala pada perokok yang terinfeksi COVID-19.

Penelitian oleh Zhang et al. (140 pasien)

Pasien kritis (n= 58 orang); 3.4% perokok aktif; 6.9% mantan perokok

Pasien stabil (n= 82 orang); 0% perokok aktif; 3.7% mantan perokok

Penelitian oleh Guan et al.(1099 pasien)

Pasien ICU/ventilator/ meninggal: 25.5% perokok aktif; 7.6% mantan perokok

Pasien kritis (n= 173 orang); 16.9% perokok aktif; 5.2% mantan perokok

Pasien stabil (n= 926 orang); 11.8% perokok aktif; 1.3% mantan perokok

Penelitian oleh Liu et al. (n= 78 pasien); 27.3% dari seluruh pasien yang berada dalam status kritis adalah perokok aktif

BAGAIMANA PEROKOK MENJADI LEBIH RENTAN SECARA MIKROBIOLOGI?

Virus menggunakan banyak alternatif reseptor (sel yang akan berikatan dengan sel lain) untuk masuk dan tinggal dalam paru-paru manusia. Pada penelitian Guoshuai et al. [3], menunjukkan bahwa terdapat 3 reseptor utama yang akan berikatan dengan COVID-19, salah satunya adalah ACE2. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pada paru-paru perokok ditemukan lebih banyak reseptor ACE2 dibandingkan pada orang yang tidak merokok. Jumlahnya semakin banyak pada perokok yang lebih berat. Dengan lebih banyaknya jumlah reseptor pada paru-paru perokok, artinya lebih banyak tempat bagi virus untuk masuk dan berkembang.

KESIMPULAN

Perokok berisiko mengalami kondisi 1.4 kali lebih parah dan sekitar 2,4 kali lebih membutuhkan penanganan di ICU, menggunakan ventilator hingga ke kematian.

Referensi:

[1] Varvadas, Constantine and Katerina, Nikitara. (2020). COVID-19 and smoking: A Systematic Review of The Evidence. Tobacco Induced Disease,2-3. doi.org/10.18332/tid/119324

[2] Lee, Bruce Y. (2020, March 21). How Does The COVID-19 Coronavirus Kill? What Happens When You Get Infected. Forbes. Retrieved from https://www.forbes.com/

[3] Cai, G.; Cui, X.; Zhu, X.; Zhou, J. A Hint on the COVID-19 Risk: Population Disparities in Gene Expression of Three Receptors of SARS-CoV. Preprints 2020, 2020020408 (doi: 10.20944/preprints202002.0408.v1).

Berpuasa selama pandemi

PENUHI KEBUTUHAN NUTRISI DAN CAIRAN

Waktu sahur dan berbuka merupakan kesempatan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan yang tertunda selama berpuasa. Menjaga  kualitas dan kuantitas asupan adalah kunci berpuasa dengan optimal. Terapkan asupan seimbang sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang dengan panduan Isi Piringku (gambar di samping) untuk mengontrol jumlah dan jenis asupan.

SAHUR

Tingkatkan asupan cairan dengan mengonsumsi makanan tinggi air seperti semangka, makanan berkuah bening atau salad hijau (contoh: dengan campuran timun dan tomat).

Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh dan kola karena kafein dapat meningkatkan frekuensi berkemih dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Usahakan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti beras merah, produk gandum, singkong, ubi, atau kentang — karena merupakan jenis karbohidrat yang dicerna secara perlahan.

Hindari olahan goreng kering (deep-fried) — memberikan beban lebih pada sistem pencernaan.

Hindari makanan tinggi garam, seperti sosis, daging olahan dan diasinkan, pickles, makanan camilan kemasan, keju olahan, selai dan saus (contoh: mayonnaise, mustard, saus tomat, saus sambal) — karena dapat memperburuk dehidrasi.

BERBUKA

Batasi makanan manis sebagai menu berbuka

Usahakan untuk menggandakan porsi protein dan sayur pada makan malam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Makan malam juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan asupan cairan dengan olahan makanan berkuah atau jus buah.

Usahakan mengurangi asupan makanan tinggi lemak jenuh terutama  daging berlemak, kue dengan puff pastry, atau kue dengan margarin atau mentega. Utamakan untuk mengolah makanan dengan mengukus, menumis dengan sedikit minyak atau memanggang daripada dengan metode menggoreng.

  • Usahakan untuk mengonsumsi 5 porsi buah/sayur setiap hari.
  • Usahakan untuk minum 1 gelas saat berbuka, 2 gelas sebelum dan sesudah makan malam, 1 gelas sebelum tidur, 2 gelas sebelum dan setelah sahur dan 2 gelas saat Imsak.

BEROLAHRAGA RUTIN

30-60 menit sebelum berbuka merupakan waktu yang direkomendasikan untuk berolahraga saat berpuasa. Pilihlah olahraga sesuai dengan kemampuan fisik dan tetap jaga jarak jika berolahraga di luar rumah atau di area publik.

ISTIRAHAT YANG CUKUP

Istirahat yang cukup berperan penting dalam menciptakan daya tahan tubuh yang optimal. Berdasarkan Sleep Health Journal, orang dewasa direkomendasikan untuk tidur setidaknya 7-8 jam per hari.

MENJAGA KEBERSIHAN PERSONAL

Untuk ketiga kalinya, kita harus melewati Ramadan dalam situasi pandemi COVID-19. Minimalkan transmisi virus COVID-19 dengan:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan tata cara yang benar
  • Membersihkan rumah secara rutin
  • Segera mandi setelah melakukan kegiatan di luar rumah
  • Menjaga kesehatan mulut dengan rutin menggosok gigi setelah sahur dan berbuka

APAKAH KITA MEMBUTUHKAN SUPLEMEN?

Berikut beberapa kondisi saat Anda mungkin membutuhkan suplemen:

A. Tidak dapat mengonsumsi diet seimbang

  • Saat Anda terlalu sibuk untuk menyiapkan makanan yang sehat
  • Saat lingkungan Anda tidak mendukung untuk menyiapkan makanan sehat (keterbatasan akses).

B. Peningkatan kebutuhan

  • Saat Anda sakit
  • Saat ada peningkatan aktivitas fisik

Apa yang harus dipertimbangkan saat memilih suplemen:

  • Carilah informasi pada situs non-komersial seperti NIH, FDA, USDA.
  • Jika klaims yang diberikan terdengan terlalu baik, mungkin hal itu benar. Berhati-hatilah pada produk yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit tertentu atau bekerja lebih baik daripada obat tertentu.
  • Tanyakan pada petugas kesehatan kepercayaan Anda apakah suplemen yang akan Anda konsumsi cukup aman dan bermanfaat.
  • Perhatikan jika terdapat kondisi medis atau prosedur medis yang akan Anda lakukan sebelum mengonsumsi vitamin.

Berhati-hatilah pada gula tambahan yang mungkin ditambahkan seperti glukosa, gula jagung, sukrosa, fruktosa, gula tebu, dan bentuk lain dari gula tambahan.

Berhenti merokok

Rokok gulung menghabiskan 350.000 ton kertas setiap tahunnya

Puntung rokok memakan waktu 25 tahun untuk diurai

1 dari 8 pohon ditebang untuk menanam tembakau

Manfaat berhenti merokok:

  • Menurunkan risiko 12 jenis kanker, penyakit jantung, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan beberapa gangguan reproduksi
  • Meningkatkan energi
  • Menjaga lingkungan

Asap rokok merupakan kombinasi asap dari ujung rokok yang terbakar dan asap yang dihembuskan oleh perokok. Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, ratusan di antaranya beracun dan sekitar 70 lainnya dapat menyebabkan kanker.

Cara terbaik untuk melindungi keluarga dan teman dari asap rokok Anda yang berbahaya adalah dengan menjaga lingkungan bebas asap rokok.

Asupan yang tepat saat berolahraga

Manfaat mengonsumsi makanan yang tepat saat berolahraga:

  • Membantu performa olah raga yang lebih kuat dan tepat
  • Mengurangi risiko cedera
  • Membantu proses pemulihan setelah olah raga atau program Latihan

SEBELUM BEROLAHRAGA

RENDAH LEMAK | MAKANAN BERPATI

Mengonsumsi makanan rendah lemak dan mengandung pati seperti bubur, pasta, atau kentang sekitar 2-3 jam sebelum berolahraga. Jika akan berolahraga pukul 17.00, sebaiknya mengasup makanan sekitar pukul 14.00.

Jika kita tidak sempat untuk makan sama sekali sebelum olah raga, kita berisiko untuk kekurangan energi dan pusing saat berolahraga. Pisang dan apel bisa menjadi opsi saat kita tidak punya banyak waktu sebelum berolah raga.

Menjaga status hidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan dengan cukup sesuai kebutuhan sebelum berolah raga.

SAAT BEROLAHRAGA

CAIRAN

Mengonsumsi karbohidrat selama olah raga memang dapat meningkatkan performa, namun biasanya kondisi ini diterapkan pada seseorang dengan olah raga ketahanan atau intensitas berat selama lebih dari 60 menit (contoh: marathon/lari jarak jauh, sepak bola atau kompetisi renang).

Asupan cairan yang cukup selama berolah raga juga merupakan faktor penting, terutama jika kita berolahraga dengan sangat berkeringat (digunakan juga untuk menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat) dan/atau saat suhu lingkungan sedang tinggi. Cobalah untuk minum setidaknya 250ml per 15 menit. Jangan menunggu hingga merasa haus karena saat rasa tersebut muncul, kita sebenarnya sudah mengalami dehidrasi ringan.

SETELAH BEROLAHRAGA

CAIRAN | KARBOHIDRAT | PROTEIN RENDAH LEMAK

Setelah berlari atau pun mengikuti kelas olah raga, cadangan karbohidrat kita akan menurun sehingga sangat penting untuk menggantinya, terutama jika kita akan berolahraga kembali di hari tersebut.

Makanan setelah berolahraga sebaiknya merupakan makanan berpati (nasi merah, singkong, ubi) dan mengandung protein rendah lemak (putih telur, tahu, tempe, ikan, ayam tanpa kulit). Mengonsumsi jenis makanan ini sesegera mungkin setelah berolahraga akan sangat bermanfaat untuk pemulihan, mengembalikan tingkat glikogen dan protein otot.

Jika kita tidak mempunyai banyak waktu untuk makan segera setelah berolahraga, usahakan untuk tetap mengasup makanan kecil yang mengandung karbohidrat dan protein, seperti pisang dan segelas susu rendah lemak selama 30-60 menit pertama setelah berolahraga untuk memulai proses pemulihan, terutama jika akan ada aktivitas olahraga lain pada 8 jam ke setelahnya.

Memperhatikan komposisi makanan yang dikonsumsi setelah berolah raga, pastikan kita mendapatkan zat gizi yang lengkap seperti yang berasal dari sayur dan buah.

REKOMENDASI DETAK JANTUNG (HEART RATE)

Rentang: Maximum Heart Rate (MHR) x 60% sampai Maximum Heart Rate (MHR) x 70%

Maximum Heart Rate (MHR) = (220-usia)

Contoh:

Usia = 30 tahun. Heart rate atau detak jantung yang direkomendasikan untuk dicapai saat olah raga adalah:

= (220 – 30) x 0.6 sampai (220 – 30) x 0.7

= 114 – 133 kali per menit

Berapa lama waktu yang direkomendasikan untuk berolahraga?

Fit dalam 150 menit

Berolah raga setidaknya 150 menit dalam satu minggu untuk olah raga aerobik dengan intensitas sedang atau 75 menit dalam satu minggu untuk olah raga dengan intensitas tinggi (atau dapat menggabungkan keduanya). Lebih baik jika dapat dilakukan dalam satu kali waktu pendek dalam beberapa hari seminggu, misalnya 30 menit sehari selama 5 hari seminggu.

Menjadi lebih aktif!

Hindari duduk terlalu lama. Maksimalkan aktivitas bahkan hanya dengan berjalan santai seperti memilih datang langsung dibandingkan menggunakan telepon meja untuk menghubungi rekan kerja. Aktivitas intensitas rendah  lebih baik daripada tidak sama sekali.

Meningkatkan intensitas

Olah raga dengan intensitas sedang hingga tinggi amat baik bagi jantung. Saat melakukannya, jantung kita kan berdetak lebih cepat dan kita akan bernafas lebih cepat daripada biasanya. Rutinitas seperti ini akan membuat kita terbiasa dengan kondisi yang aktif sehingga kita dapat meningkatkan waktu olah raga kita dan mendapatkan lebih banyak manfaat.

Meningkatkan massa otot

Hindari duduk terlalu lama. Maksimalkan aktivitas bahkan hanya dengan berjalan santai seperti memilih datang langsung dibandingkan menggunakan telepon meja untuk menghubungi rekan kerja. Aktivitas intensitas rendah  lebih baik daripada tidak sama sekali.

Kualitas hidup yang lebih baik

Olah raga berkaitan erat dengan kualitas tidur, memori, keseimbangan, serta fungsi kognitif yang lebih baik. Selain itu, risiko untuk mengalami kelebihan berat badan, kejadian penyakit kronis, demensia dan depresi juga berkurang. 

Latihan cardio yang direkomendasikan oleh American Heart Association:

  • Jumping jacks
  • Jumping rope
  • Stair climbing
  • Mountain climbers
  • High knees
  • Jogging
  • Burpees

Contoh latihan kekuatan dan keseimbangan:

  • Plank
  • Pushup
  • Sit-up/crunches
  • Hip lift
  • Triceps dips on chair
  • Lunges
  • Squats or chair position
  • Wall sits
Design a site like this with WordPress.com
Get started